fbpx

Si Kecil Susah Makan Sayur Bund? Ini Triknya!

Sudah menjadi rahasia umum bahwa makan sayur adalah hal yang dihindari oleh si kecil. Sebagian besar penyebab anak susah menghindari konsumsi sayur, yaitu rasanya yang sebagian relatif pahit dibandingkan dengan protein daging. Namun demikian, apabila si kecil dibiasakan tidak mengkonsumsi sayur, hal ini dapat berdampak berkepanjangan. Kebutuhan-kebutuhan gizi yang penting bagi si kecil yang tidak terpenuhi. Yuk simak tips dan triknya di bawah ini!

Cerita

DIlansir dari klikdokter.com, kita bisa menceritakan dampak negatif jika kurang makan sayur, sehingga anak akan merasa ‘berkewajiban’ untuk makan sayur demi kesehatannya sendiri. Mulai dari mengkaitkan tokoh-tokoh dongeng yang disukai si kecil, dampak negatif dari kurangnya konsumsi sayur, serta dampak negatifnya di jangka panjang akibat asupan gizi penting yang tidak terpenuhi.

Dengan demikian, si kecil dapat memiliki rasa keharusan untuk mengkonsumsi sayuran untuk dapat menghindari hal negatif di masa depan. Dengan adanya kepercayaan bahwa dengan perbanyak konsumsi sayur, mereka dapat menjadi layaknya tokoh-tokoh dongeng yang rupawan dan gagah perkasa.

Bentuk Kebiasaan

Alangkah baiknya apabila si kecil dapat memiliki kebiasaan untuk makan sayur dalam sehari-hari, atau bahkan mencari lauk pendamping sayur untuk dikonsumsi seiring bertambah dewasa. Namun, pastinya akan sulit, mengetahui stigma rasa sayur yang kurang enak dibandingkan dengan protein daging. Untuk itu membentuk kebiasaan si kecil dapat dilakukan secara bertahap.

Konsumsi sayur penting untuk pemenuhan gizi di masa pertumbuhan anak

Mulailah perlahan; pada awal periode, sayur dapat dicampur dengan makanan kesukaan si kecil, sedikit demi sedikit, dengan catatan penambahan porsi sayur seiring waktu. Langkah ini dilakukan dengan harapan si kecil dapat mulai terbiasa, atau membentuk kebiasaan baru mengkonsumsi sayur, di dalam pola makan sehari-hari.

Jadilah Teladan

Jangan lupa juga, sebagai orangtua harus ikut memberi teladan dengan ikut makan makanan disertai dengan sayur-sayuran, sehingga anak dapat menjadikan kita sebagai contoh. Hal ini penting bagi anak untuk merasa bahwa ternyata sayur yang rasanya kurang enak juga ikut dimakan oleh orangtuanya. Sehingga si kecil dapat menganggap kita sebagai ‘teman seperjuangan’ dalam mengkonsumsi sayur.

Sebagai orangtua, memberi ‘penghargaan’ bagi anak setiap kali berhasil mengkonsumsi sayur juga sesuatu yang dianjurkan. Sehingga dapat menambah motivasi anak untuk membentuk pola makan yang lebih sehat ke depannya. Pastikan juga kalau sayur yang dikonsumsi aman bagi keluarga, terutama anak dalam masa pertumbuhan.

Itu dia trik-triknya, boleh dicoba dipraktekkan ya Bund! Jangan lupa juga beri komentar di bawah untuk trik lainnya supaya si kecil jadi gemar makan sayur 🙂

Baca juga:

Jangan Simpan Bahan Makan Ini Di Dalam Kulkas!

The Best Method to Buy Organic Vegetables in Greater Jakarta

1 thought on “Si Kecil Susah Makan Sayur Bund? Ini Triknya!”

Leave a Comment

Your email address will not be published.