fbpx

Persiapan Kerja? Lakukan 3 Langkah Berikut! (Panduan Karir)

Memulai sesuatu ditengah pandemi baik dalam hidup maupun dalam persiapan kerja bukanlah sesuatu yang mudah. Bagi orang yang baru lulus dan memulai karir, mulai kerja seperti memulai bab kehidupan baru. Sedangkan orang yang di PHK, Burnout, atau ingin berganti karir, ketidakpastian memunculkan keraguan untuk mengambil keputusan tersebut. Gen Z dan Milenial adalah kategori generasi yang berani untuk berganti karir setelah kerja dalam waktu singkat dengan pertimbangan untuk menambah skill baru dan pengalaman. Persiapan pindah kerja maupun memulai kerja perlu di rencanakan sebaik mungkin.

Memulai Baru atau Berganti Karir semuanya butuh Persiapan

Tidak semua orang tahu cara yang baik untuk mempersiapkan pekerjaan. Panduan berikut tidak seluruhnya selalu harus dipakai dalam merencanakan karir dan persiapan kerja. Pada akhir artikel ini akan ada bonus yang akan membantu kamu melaksanakan career plan yang sudah kamu buat.

1. Pahami rencana karir untuk persiapan kerja

Persiapan kerja dimulai dengan memahami apa itu career plan atau bisa disebut perencanaan karir. Perencanaan karir adalah panduan yang kamu gunakan untuk memahami tujuan karir, evaluasi minat, evaluasi skill, dan menentukan langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencapai target di perencanaanmu. Isinya berupa daftar skill dan pengalaman hingga saat ini, tujuan karir, minat karir, prioritas, dan langkah yang harus dibagi supaya tidak bingung harus memulai dari mana. Rencana karir yang kamu buat bisa membantu menyadari skill yang perlu kamu asah, minat yang kamu prioritaskan, dan waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan masa depan sesuai rencana. Langkah kedua akan membantu kamu untuk membuat rencana tersebut.

2. Buat rencana karir terkait pertimbanganmu

Berikut adalah ilustrasi yang dapat menjelaskan tentang perbedaan dari minat dan skill yang dapat kamu tawarkan pada perusahaan, hubungkan kedua hal tersebut maka profesi yang berkaitan akan terlihat lebih jelas:

diagram minat persiapan kerja
Sumber: Glints

Hasil analisis berupa ‘wartawan ekonomi’, pertimbangan keputusan ini ada 3 kategori:
a. skill
b. minat
c. sesuai jurusan kuliah

Selain wartawan ekonomi terdapat 3 alternatif karir yang masih bisa dicoba yaitu: wartawan, Guru/dosen, dan Market Researcher. Cara ini membantu pilihan lebih terbuka untuk karir yang masih berkaitan dengan 3 kategori diatas.

Untuk melakukan analisis diatas tentunya harus dimulai dengan membuat profil diri kamu dengan mendata minat, skill, dan hal lain yang tidak disebutkan tetapi menjadi pertimbangan (ekonomi, keinginan orangtua, dll.). Kemudian setelah menyadari 3 kategori tersebut kamu bisa memilih untuk:

1. Mengembangkan skill yang menjadi kebutuhan perusahaan
2. Bisa mulai magang untuk meyakinkan diri terhadap minat
3. Menetapkan waktu yang diperlukan untuk mencapai target kamu

Aspek nomor 3 adalah sesuatu yang perlu dibuat tersendiri. Jika target kamu tidak bersifat SMART (Specific – Measurable – Achievable – Relevant- Time Bound), maka rencana yang kamu buat menjadi sia-sia. Target SMART banyak dipakai dalam segala bidang, hal ini dapat menentukan KPI (Key Performance Indicator) yang membantu kamu menyadari kapan kamu harus berganti karir. Jika masih kebingungan untuk melakukan hal ini, kamu bisa membaca lebih lanjut serta mendownload template berikut untuk membuat career plan dari Glints.

Nah, jika kamu sudah membuat career plan kamu. Kamu sudah siap untuk melanjutkan ke langkah ketiga, yaitu tahap dari eksekusi hal yang kamu rencanakan.

3. Laksanakan rencana karir

Setelah membuat rencana karir, kamu harus bersiap untuk melaksanakan hal yang sudah kamu tulis. Dimulai dengan melamar kerja atau apply ke lowongan sesuai perusahaan, lowongan sesuai bidang kerja, atau memilih kursus untuk memperdalam skill kamu.

Freshgraduates

Bagi freshgraduate atau mereka yang baru lulus, bisa dimulai dari membuat CV dibawah 3 jam untuk merefleksikan kegiatan sekolah/kampus kamu. Semakin cepat kamu merasa butuh pengalaman lebih, segera pertimbangkan kesempatan untuk magang. Jangan terlalu memikirkan soal kompensasi atau gaji dalam tahap ini (terutama jika kamu tidak memiliki kebutuhan khusus). Kamu bisa menyusun ulang semua skill yang sudah kamu tulis dalam 1 halaman yang disusun sedemikian rupa sehingga menarik. Kamu bisa lihat template disini.

Karir yang kamu pilih menentukan bentuk CV yang diharapkan oleh HR (Human resource) atau recruiter, formal dan simpel untuk pekerjaan di bidang bisnis, atau unik dan ekspresif untuk pekerjaan di bidang kreatif. Kamu bisa lihat juga tips terkait membuat CV pada halaman berikut.

Kamu bisa juga cari informasi terkait pertanyaan yang sering diajukan dan bagaimana menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan diri kamu. Latih soft skill kamu dengan melakukan banyak latihan dengan orang terdekatmu. Lihat juga studi kasus yang biasanya akan diajukan ketika wawancara dengan industri yang kamu tuju. Dan terakhir, untuk freshgraduates jangan menyerah karena banyak sekali kesempatan yang kamu bisa coba. Selalu semangat, jangan takut melakukan banyak wawancara, dan lebih terbuka terhadap posisi Magang/Internship dan Management Trainee.

Change career or Specialist

Memperdalam bidang atau berganti karir bisa dimulai dari update CV kamu dan mencari skill-skill relevan dengan industri yang ingin kamu lamar. Kamu bisa ambil sekolah digital atau ikut workshop bersertifikat yang sedang booming selama pandemi. Pastikan sertifikat yang kamu terima berkualitas dan dapat ditangguhkan kebenaran dan keasliannya. Hasil kerja keras kamu bisa kamu pamerkan di Linkedin.

Lewat platform social media profesional bisa memakai Linkedin. Maksimalkan profil kamu, untuk melihat para ahli yang bisa kamu ikuti. Kamu bisa belajar dari job description mereka untuk mendata skill yang masih hilang dari CV mu. Add mereka untuk bertanya lebih dalam tentang pekerjaan mereka. Tanyakan pada dirimu sendiri apakah dengan kemampuan yang kamu punya, kamu sudah siap dengan tanggung jawab baru. Walaupun setiap perusahaan tidak memiliki job description yang sama persis, wawancara yang kamu lakukan akan membantu kamu memberi gambaran terhadap apa yang akan kamu hadapi.

Pertimbangkan kemungkinan untuk sekolah lagi (master degree, S2) jika kamu belum siap untuk menjadi spesialist di bidang tertentu. Sekolah lanjutan membantu kamu merasakan dan mendapatkan gambaran terhadap bidang spesialisasi tersebut. Rencanakan dari awal anggaran dan biaya S2 kamu jika memang yakin mengambil keprofesian dibidang tertentu. Cari beasiswa dan sharing alumni terkait jurusan yang kamu minati. Diskusikan keputusan besar dengan keluarga atau orang terdekat.

Kamu bisa pakai media penyalur lowongan kerja seperti Glints, Jobstreet, dan Kalibrr untuk memulai melamar pekerjaan yang sudah kamu siapkan. Jangan lupa selalu lengkapi profile Linkedin dan perbaiki CV supaya lebih menarik bagi recruiter atau HR diplatform yang kamu gunakan. Semangat terus dan selalu berusaha walaupun kadang di ghosting sama HR setelah wawancara!

Baca juga:

Leave a Comment

Your email address will not be published.