fbpx

Mau Impor? Ini 6 Dokumen yang Harus Kamu Siapkan

Bagi kamu yang masih awam dan baru akan terjun ke dunia impor, tentunya penasaran gimana sih syarat & prosedur impor barang? Nah, salah satunya bakal kamu temukan di sini, yaitu tentang dokumen impor barang. Bisa jadi di awal akan terasa membingungkan, tapi tenang saja, setelah ini kamu akan tahu—apa saja dokumen yang dibutuhkan agar barang kamu punya izin masuk dari bea cukai.

Dokumen Impor
(Source: Unsplash)

Impor masih menjadi pilihan banyak orang untuk belanja berbagai jenis barang. Mulai dari kategori garmen, kebutuhan rumah tangga, aksesoris mobil, motor & handphone, mainan dan masih banyak barang lainnya. Misalnya dari China. Seperti yang kita tahu, barang-barang produksi China memiliki harga yang terjangkau dengan kualitas yang tidak kalah bagus—sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk kebutuhan pelaku bisnis atau perdagangan. Juga mempunyai nilai jual yang tinggi, membuatnya menjadi incaran banyak orang untuk impor dari China.

6 Dokumen Impor Barang yang Perlu Kamu Tahu

1. Commercial Invoice / Faktur

Commercial Invoice atau faktur—merupakan bukti penjualan dari seller yang diberikan kepada pembeli sebagai tagihan resmi atas barang impor yang dibeli, biasanya commercial invoice berisi;

  • Detail identitas penjual dan pembeli,
  • Jumlah total atau kuantiti barang yang diimpor, dan
  • Harga barang per item, hingga biaya total barang impor yang dibeli.

2. Packing List

Packing List adalah dokumen pengepakan yang diberikan oleh seller atau supplier kepada pembeli atau importir, sebagai kesepakatan kelengkapan atas barang yang dibeli. Umumnya packing list berisi;

  • Informasi nama dan kategori barang yang diimpor,
  • Jenis kemasan barang yang akan dikirim,
  • Jumlah, berat dan kubikasi barang yang akan diimpor, yang meliputi—berat bersih, berat kotor dan juga shipping mark barang impor yang biasanya dibuat oleh seller/penjual.

3. Bill of Lading

Bill of lading adalah surat resmi yang diterbitkan oleh shipper/forwarder kepada pembeli/importir—untuk mengambil barang impor di tempat tujuan. Selain itu, bill of lading bisa digunakan pada saat proses pembuatan dokumen CO (Certificate of Origin).

4. Airway Bill

Bentuk dan kegunaan Airway Bill sama dengan Bill of Lading yang sebelumnya kita bahas, namun Airway Bill dikhususkan untuk proses impor barang yang dikirim melalui jalur udara (air freight).

5. Purchase Order (PO)

PO atau Purchase Order berguna sebagai dokumen impor barang saat kamu akan melakukan salah satu metode pembayaran, yaitu L/C (Letter of Credit).

6. Pemberitahuan Impor Barang (PIB)

Dokumen wajib terakhir dalam proses impor adalah PIByaitu dokumen yang diajukan ketika melakukan permohonan izin barang impor yang dibeli. Kamu akan mengetahui detail biaya masuk dan pajak masuk yang harus dibayarkan, agar barang impor bisa dirilis oleh bea cukai dan barang impor bisa kamu ambil secara mandiri.

Dokumen Impor
Pemberitahuan Impor Barang (Source: Pajak.io)

Nah kira-kira itu contoh dokumen impor barang yang kamu perlukan untuk proses impor di bea cukai.

Selain 6 dokumen impor itu juga ada pelengkap dokumen impor barang pendukung loh, kira-kira apa ya?

1. Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB)

Sebelumnya kita sudah tahu tentang PIB (Pengajuan Impor Barang) yang mewajibkan kamu sebagai pembeli barang impor untuk membayar biaya masuk dan pajak masuk barang impor yang harus dilunasi. Setelah melakukan pembayaran ada validasi pemberitahuan barang impor dari bea cukai dan selanjutnya SPPB akan keluar dan kamu bisa mengambil barang impor tersebut.

2. Certificate of Origin (CO)

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, CO adalah dokumen pendukung yang menyatakan atau bukti bahwa barang impor yang kamu beli itu asli dan dikeluarkan oleh negara asal. Biasanya dokumen impor CO ini akan bersamaan dengan commercial invoice.

3. Material Safety Data Sheet (MSDS)

Kalau kamu berencana impor produk yang mempunyai bahan/kandungan kimia, wajib banget ada MSDS, kenapa? Dokumen ini menjelaskan isi dan informasi bahan kimia yang terkandung dalam produk yang kamu impor. Siapa yang mengeluarkan? Produsen barang yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan MSDS. Dokumen ini dianggap penting karena mencakup informasi;

  • Sifat-sifat berbahaya bahan kimia yang terkandung pada bahan/produk impor,
  • Prosedur penanganan jika terjadi kecelakaan pada saat proses pengiriman barang,
  • Efek samping jika bahan kimia kontak dengan tubuh,
  • Pengelolaan terhadap bahan kimia tertentu.

Kurang lebih itulah contoh dokumen yang diperlukan selama proses impor barang yang perlu kamu tahu. Oh iya, dokumen-dokumen yang disebutkan sebelumnya sudah sesuai dengan prosedur impor yang berlaku hingga tahun 2022. Informasi tambahan dokumen-dokumen ini bisa membantu jika barang impor yang kamu terima ternyata mengalami kendala seperti kerusakan atau kehilangan barang impor yang nantinya dilanjutkan dengan proses klaim oleh forwarder/shipper yang membantu proses impor kamu.

Baca juga artikel berikut: 6 Istilah Populer pada Shipping Container.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *