Dana Darurat Buat Gen Z Penting, Gak, Sih?

Kayaknya, dana darurat sering terlupakan, deh, apalagi buat Gen Z yang baru mulai kerja dan dapet penghasilan. Kok, sering kali punya duitnya, tapi penempatannya nggak bener, gitu. Kalo lo salah satu dari yang lagi ngerasa pengen cari tau cara nyari dana darurat, mending baca artikel ini, deh. Bakal bantu banget pasti!

Gen Z vs. Emergency Fund, penting gak  sih dana darurat untuk gen z?

Gen Z vs. Emergency Fund: Diolah oleh Tim

Kenapa Dana Darurat Penting untuk Gen Z?

Pertama-tama, Gen Z adalah generasi yang dinamis dan selalu penuh dengan kejutan. Mulai dari baru lulus kuliah, dapet kerjaan pertama, hingga mungkin pindah-pindah kerja karena nyari yang lebih cocok. Di tengah segala perubahan ini, kita butuh jaring pengaman yang bisa kita andalkan kapan saja. Dana darurat ini lah jawabannya. Gak cuma buat kejadian besar, tapi juga buat hal-hal kecil yang gak terduga. Misalnya, tiba-tiba laptop rusak padahal lagi butuh banget buat kerja atau kuliah, atau tiba-tiba harus pindah kos karena satu dan lain hal. Semua ini bikin kita sadar betapa pentingnya punya dana cadangan.

Udah Pasti Penting, Gak Tahu Kapan Ada Emergency

Yap, jawaban dari judul artikel ini adalah jelas nggak mungkin nggak penting. Alias, penting banget! Lo ga akan tahu kapan ada (amit amit) sesuatu emergency yang ga bisa dihindari. Kecuali lo emang sakti atau nyawanya 9 ya, that’s a different case, then… Contoh nih, PHK dari kerjaan startup baru yang masih belom settle, kecelakaan, barang di rumah ada yang rusak, device mahal buat ngasih makan ego yang suka tiba tiba rusak, hahaha, dan banyak lagi!

Cobain Cara Ngitung Dana Darurat!

Simpelnya, lo tinggal kaliin aja 3 sampai 6 kali dari pengeluaran bulanan lo. Kalo disimulasiin mungkin kayak gini, nih:

Akira, masih single, Gen Z yang baru kerja dengan spending Rp 4,5 juta per bulan:

  • Konsumsi: Rp 900.000
  • Transportasi: Rp 500.000
  • Internet: 130.000
  • Grocery: 450.000
  • Asuransi: 520.000
  • Cicilan: 600.000
  • Entertainment: 400.000
  • Tabungan/Investasi: 1.000.000
  • Total: 4.500.000

Nah, jadi, total dana darurat yang perlu ditabung adalah paling sedikit 3 kali dari spending bulanan = Rp 13.500.000!

Pilihan Instrumen Investasi buat Nyimpen Dana Darurat

  1. Tabungan di Bank
  2. Reksa Dana Pasar Uang
  3. Deposito

Ini bisa banget kamu optimasi dengan Robo Advisor Bibit yang akan ngebantu lo soal pembagian dana lo. Misal, total dana darurat adalah Rp 13.500.000, kalau persentasenya 60:40, berarti 8.100.000 bisa simpen di rekening tabungan bank dan Rp 5.400.000 di Reksa Dana Pasar Uang, deh!

Cara Masukkin Bibit-nya, Gimana?

Berarti, dari Rp 13,5 juta ini kan perlu dikumpulin sama Akira sebesar Rp1.125.000 perbulannya. Nah, kalau masih bingung step masukkin ke Bibit-nya, berikut ada penjelasannya!

Cara tambah portofolio dana darurat ke Bibit dengan Nabung Rutin
  1. Pilih Tambah Portofolio
  2. Akan muncul Bibit Dana Darurat
  3. Kasih nama untuk portfolio-nya, jumlah uang, dan lama waktunya
  4. Klik produk reksa dana yang dituju: misalnya Danamas Rupiah Plus
  5. Udah, deh, klik Nabung Rutin dengan Bank Jago (misal)

Udah Yakin, Kan, Kalau Dana Darurat Penting?

Dana darurat itu penting banget, terutama buat Gen Z yang baru mulai merintis karir dan menghadapi berbagai ketidakpastian hidup. Dengan punya dana darurat, kita jadi lebih siap menghadapi situasi tak terduga tanpa harus stres soal keuangan. Bibit.id dengan fitur Robo Advisor-nya bisa jadi solusi buat nyimpen dana darurat secara optimal. Jadi, tunggu apa lagi? Mulai tabung dana daruratmu sekarang juga, dan wujudkan keamanan finansialmu di masa depan!

Buat lo yang kepo sebenernya bisa gak, sih, nabung 50 juta dalam setahun? Jangan lupa dibaca juga buat nambah knowledge!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *