fbpx

Waspadalah! Berikut Ciri Ciri Kanker Kulit Wajah dan Pencegahannya Untuk Investasi Hari Tua!

skin cancer

Memasuki usia senja, banyak penyakit degeneratif melanda. Salah satu momok yang tidak bisa dipungkiri adalah kanker yang hingga kini masih belum memiliki obat yang efektif karena tingkat kesembuhannya belum mencapai 100% padahal efek samping dari obat yang digunakan sangat tidak nyaman. Operasi pengangkatan pun tidak menjamin sel kanker akan menyebar. Kanker kulit dibanding kanker jenis lainnya lebih menurunkan kepercayaan diri karena ada di permukaan. Mari kita bahas jenis dan ciri ciri kanker kulit wajah beserta pencegahannya agar kalian tidak menderita di hari tua!

Kanker kulit pada wajah dapat ditemui di antara ketiga lapisan yang berada di epidermis yakni:

  • Melanosit
  • Sel basal
  • Sel skuamosa

I. Ciri Ciri Kanker Kulit Wajah Melanoma

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang walaupun lebih jarang terjadi namun memiliki potensi menjadi lebih berbahaya karena lebih mudah menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak ditangani sedini mungkin. Menurut seorang dokter spesialis kulit Dr. dr. Afif Nurul Hidayati, Sp. KK, FINSDV, FAADV, ciri awal melanoma dapat diketahui melalui timbulnya tanda bercak atau benjolan mirip tahi lalat. Melanoma dapat terjadi ketika melanosit (sel yang bertugas untuk mewarnai kulit dengan warna coklat) tumbuh dengan tidak wajar.

Meskipun tidak selalu sama, berikut pertanyaan untuk mengingat ciri ciri kanker kulit wajah:

A – Asimetris = Apakah bentuknya tidak sama antara satu bintik dengan lainnya? Seringkali orang tidak mengetahui bahwa yang dianggap seperti tahi lalat atau bintik adalah melanoma, padahal bentuknya tidak simetris yang mana harus diwaspadai sebagai suspek melanoma.

B – Border = Apakah tepi dari bintik tidak beraturan? Jika bagian tepi dari bintik berbentuk irreguler, perlu diwaspadai.

C – Color = Apakah warna bintik tidak rata? Warna dari melanoma cenderung berbeda-beda atau bisa dikatakan lebih dari satu.

D – Diameter = Apakah ukurannya lebih besar dari kacang polong atau sekitar 6 mm? Jika ya, wajib berhati-hati.

E – Evolving = Apakah ada perubahan pada bintik dalam waktu mingguan atau bulanan? Jika bintik adalah melanoma, maka akan ada perubahan dari sisi bentuk, warna, atau ukuran.

II. Gejala Kanker Kulit Non-Melanoma

Terdapat 2 jenis kanker kulit wajah non-melanoma yang sering ditemui:

1. Karsinoma Sel Basal (75% dari seluruh kasus kanker kulit)

Sumber: www.skincancer.org

Ciri ciri terkena kanker kulit di wajah yang satu ini dapat diketahui dengan munculnya gejala berikut:

i) Luka terbuka yang tidak sembuh-sembuh dan seringkali mengeluarkan darah, bernanah, atau menjadi kerak. Atau bisa juga sembuh tapi menjadi luka terbuka kembali dalam waktu singkat.

ii) Area kemerahan dan iritasi.

iii) Benjolan mengilap dengan warna merah, pink, ataupun putih, namun tidak menutup kemungkinan berwarna kecoklatan dan sering dianggap hanya sebatas tahi lalat.

iv) Benjolan pink kecil dengan bagian mengeras di bagian tengah yang dengan seiring waktu akan terbentuk pembuluh darah kapiler yang menyuplai makanan ke sel kanker tersebut.

v) Area seperti bekas luka tanpa ada batas (border) yang jelas, seringkali berwarna putih, kuning, atau seperti lilin.

2. Karsinoma Sel Skuamosa (20% dari seluruh kasus kanker kulit)

Berikut gejala yang menunjukkan penyakit kanker kulit karsinoma sel skuamosa:

  • Area bersisik kasar, kemerahan
  • Luka terbuka, biasanya dengan pinggiran yang lebih tinggi dari cekungan luka
  • Bintik coklat seperti yang terdapat pada orang pada usia lanjut
  • Benjolan tumbuh membentuk kubah (dome-shaped)
  • Tumbuh membentuk kutil
  • Bentuk yang menyerupai cula badak
  • Luka kembali terbentuk di bekas luka

Sumber: www.aad.org

Penyebab Kanker Kulit Di Wajah

Faktor utama terjadinya kanker kulit adalah paparan berlebih terhadap sinar UV matahari. Walaupun demikian ada juga faktor pendukung yang juga dapat menyebabkan timbulnya ciri ciri kanker kulit wajah seperti:

  • Ada sanak keluarga yang memiliki riwayat terkena kanker kulit
  • Kulit pucat dan mudah terbakar
  • Banyaknya jumlah tahi lalat dan bintik pada tubuh
  • Mengonsumsi obat imunosupresan (penurun sistem imunitas tubuh)
  • Menjalani terapi radiasi
  • Faktor usia, karena pada kelompok geriatri (ada yang bilang di atas 60 tahun, namun menurut info website kemenkes di atas 70 tahun) seluruh fungsi organ maupun sistem imun menurun secara proporsional.
  • Jenis kelamin pria, walaupun faktor usia juga mempengaruhi statistik (usia di bawah 40 lebih didominasi oleh jenis kelamin wanita).

Cara Mencegah Terjadinya Kanker Kulit Pada Wajah

Setelah mengetahui berbagai jenis, ciri, dan faktor penyebab terjadinya kanker kulit wajah, jika kita belum mengalami hal tersebut maka kita harus bersyukur karena masih ada harapan untuk mencegah terjadinya kanker kulit. Berikut beberapa hal yang dapat mulai kita lakukan untuk tindakan preventif (ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati):

1. Berada di Bawah Bayangan

Berlindung di bawah bayangan seperti payung, pohon, kanopi, atau tempat berteduh lainnya dapat menurunkan risiko terkena kerusakan dari matahari dan kanker kulit. Namun tetap saja proteksi terbaik adalah menggunakan tabir surya walaupun kita berada di bawah bayangan.

2. Jenis Pakaian

Pemilihan penggunaan pakaian juga dapat menurunkan risiko paparan matahari yang dapat menimbulkan ciri ciri kanker kulit wajah. Penggunaan baju dengan lengan panjang, celana panjang atau rok panjang tentu lebih menutupi bagian tubuh. Penggunaan selendang atau semacamnya dapat menutupi area leher, dan penggunaan cadar dan topi dapat lebih menutupi area muka. Pakaian yang kering dapat memberikan proteksi lebih terhadap paparan sinar matahari. Warna pakaian yang lebih gelap walaupun lebih panas, namun juga memberikan perlindungan ekstra terhadap radiasi.

3. Penggunaan Sunscreen atau Tabir Surya

Cara terbaik untuk menangkal radikal bebas dari paparan sinar mentari adalah dengan penggunaan tabir surya (sunscreen). Tabir surya yang baik adalah yang mampu menangkal baik paparan UVA maupun UVB dan mempunyai SPF (Sun Protection Factor) minimal 15.

Apa itu UVA dan UVB? Sebenarnya selain 2 ini juga ada UVC. Perbandingannya mungkin dapat dilihat pada tabel di bawah:

UVAUVBUVC
Level EnergiPaling kecilSedangPaling tinggi
Bagian kulit yang terdampakBagian terdalam epidermis hingga ke dermisBagian epidermisBagian terluar epidermis
Sumbersinar matahari, tanning bedssinar matahari, tanning bedssinar UVC, sinar las, lampu merkuri
% dari sinar matahari95%~5%0 (difilter oleh atmosfer)
Source: www.healthline.com

Lalu apa yang dimaksud dengan SPF? SPF atau Sun Protection Factor adalah angka yang menunjukkan kemampuan tabir surya memblokir sinar UV. Semakin tinggi SPF semakin baik proteksinya.

Kita pasti sering dengar mitos kalau pakai tabir surya itu harus tipis-tipis atau cukup sebulir jagung, kan? Itu adalah persepsi yang keliru. Semakin tebal tabir surya yang dipakai, berarti semakin dalam sinar UV harus menembus sebelum sampai ke permukaan kulit kita. Oleh karenanya, kalau tidak mau pakai tabir surya super tebal, gunakanlah SPF yang lebih tinggi. Salah satu produk tabir surya dengan SPF tinggi adalah dari merk Somethinc. Boleh dikepoin langsung ke website mereka untuk produk-produk yang bikin kulit kamu sehat selalu.

Itulah informasi mengenai ciri ciri kanker kulit wajah yang semoga dapat membuat kamu ga lupa untuk selalu pakai tabir surya sebelum bepergian ke luar ruangan. Han So Hee saja pakai sunscreen, kamu kapan? Semoga artikel ini bermanfaat!

Baca juga Artikel menarik lainnya: 7 Cara Menjaga Kesehatan Kulit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *